|
Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. Kisah Para Rasul 2:22
Bagaimana kita tahu bahwa Yesus diakui Allah? Bukan dengan kecakapan filosofi atau berbicaranya, tapi karena tiga hal: mujizat, tanda-tanda, dan keajaiban. Yesus menyembuhkan orang sakit, mengusir kuasa gelap, mentahirkan orang kusta, membangkitkan orang mati, memberi makan orang banyak, mengubah air menjadi anggur, dll. Bagaimana caranya anda tahu abhwa seseorang benar-benar hamba Allah? Kita mengukur pelayanannya sesuai dengan standar sama yang dikatakan di Kisah Para Rasul 2:22.
Sebagai contoh, kerasulan Paulus. "Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa." (2 Korintus 12:12). Tanda mujizat adalah tanda dari kerasulan sejati, bukan hanya pemimpin dari gereja besar atau sebuah denominasi. Jika seorang pendeta menyatakan bahwa dirinya rasul, maka mujizat harus menjadi tanda yang meyertai dalam pelayanannya. Hal-hal tersebut "selalu ada" dengan kata lain, terjadi secara terus-menerus.
(disadur dari daily devotion Rev. Kong Hee)
Ibrani 2:4 "Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya." Sekali lagi, kesaksian dibuktikan dengan mujizat, tanda-tada ajaib. Mujizat menjadi hal yang biasa di gereja Efesus bahwa Tuhan memulai mujizat yang tak lazim di antara mereka (Kisah Para Rasul 19:12). Sepanjang Perjanjian Baru, kita melihat bahwa Tuhan yang nyata tetap ada dan terbukti oleh mujizat supraalamiah. Untuk berkata bahwa kita telah melewati hari dimana mujizat dan tanda ajaib itu tidak ada lagi berarti kita telah menyangkal Kitab Suci!
Kata "mujizat" adalah dalam bahasa Yunanai adalah dunamis, yang berarti "kuasa". Sebagai pemercaya yang dipenuhi Roh, anda etelah menerima kuasa Roh Kudus yang mengerjakan mujizat dalam nama Yesus (Kisah Para Rasul 1:8). Tetapi mengapa kita tidak melihat mujizat atau kesembuhan menjadi bagian tetap dalam gereja kita hari-hari ini? Karena adanya keraguan dan ketidak-percayaan yang ada di tengah-tengah kita (Markus 6:5-6). Ingatlah, tanpa iman, tidak mungkin menyenangkan Allah ...atau melihat mujizat.
|