|
Friday, 05 March 2010 |
Yosua 3:15-16 Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu--sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai--maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho.
Menyeberang sungai Yordan adalah salah satu titik balik terbesar bangsa Israel. Itu menjadi hari baru di dalam setiap aspek bagi mereka. Generasi dan kepemimpinan sebelumnya teah mati. Sebuah generasi dan kepemimpinan baru telah bangkit. Pencobaan di padang belantara telah berakhir dan tanah perjanjian menanti mereka.
Setelah mereka menyeberang Yordan, maka tingkah laku mereka pun berubah. mereka tidak ingin lagi pulang ke tanah Mesir. Sesuatu telah terjadi di hati dan sifat mereka. Bahkan cara makan mereka berubah. Roti manna tidak ada lagi dan mereka mulai makan hasil tanah. Apa yang sebenarnya terjadi setelah menyeberang Yordan? Faktanya adalah kota Adam terhubung denga jalan yang akan mereka lewati ketika menyeberang Yordan. Adam berbicara sifat dosa kita. Saat mereka melewati Gilgal setelah Yordan adalah hal yang luar biasa (Yosua 4:19). Gilgal adalah tempat penyunatan, menghilangkan sifat kedagingan.
Menyeberangi Yordan, melambangkan pengalaman "mati terhadap dosa" (Roma 6:6). Umat Tuhan mengalami keselamatan karena darah anak domba sewaktu mereka tinggal di Mesir. Mereka keluar dari Mesir, melewati laut Merah (baptisan air) dan memasuki padang belantara. Lalu mereka menuju Sinai pada Pentakosta. Tetapi waktu mereka keluar dari Mesir, Mesir tidak pernah keluar dari mereka. Saat sesuatunya menjadi sulit, mereka mengeluh dan ingin kembali ke Mesir.
Setelah Yordan, sesuatu berubah. Pengalaman Yordan menghilangkan Mesir dari hati mereka untuk selamanya. Mereka tidak ingin lagi kembali kepada dunia. Sifat Adam telah ditaklukkan dan mereka telah disunat. Tuhan mematahkan kuasa dosa dan keduniawian di Yordan.
Yordan sama dengan Roma 6:6,"Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa." Roma 6:6 mengarah pada maunisa lama kita atau sifat dosa yang berkuasa. Roma 6:6 adalah pengalaman nyata. "Knowing this" dalam bahasa Yunani berarti "pengetahuan yang datang dari pengalaman." Itu bukanlah sesuatu yang sudah ada, atau hal yang dapat diperoleh dengan iman. Itu adalah perjanjian ilahi dengan Tuhan. Sebuah pewahyuan dari Tuhan tentang apa yag Dia lakukan di salib Kalvari. Jika engkau mengalami pengalaman tersebut, hidupmu tidak akan pernah sama lagi.
(disadur dari daily devotion from Rev. Kong Hee)
|
|
Last Updated ( Friday, 05 March 2010 )
|