SELAMAT DATANG DI GPDI LIPPO CIKARANG WEBSITE

 

  

Janganlah memuji diri sendiri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi ... - Amsal 27:1

Hari esok adalah misteri dan tak seorang manusiapun yang bisa mengetahuinya. Orang kita jumpai pada hari ini dalam keadaan segar bugar bisa jadi keesokan harinya sudah terbujur kaku di sebuah peti mati. Bukankah hal yang seperti ini sering kita lihat? Kemarin kita masih ngobrol panjang lebar, tetapi hari ini kita menerima sepucuk surat pemberitahuan kematian dan waktu penguburannya. Tak perlu terkejut, sebab itulah kehidupan.

Melihat pengetahuan manusia yang terus berkembang, rasanya kita dibuat semakin kagum saja. Penemuan-penemuan mutakhir abad ini menunjukkan bahwa semakin hari semakin hebat saja pengetahuan manusia. Mulai dari alat-alat medis yang memungkinkan mencangkok ginjal, sistem komputer nan canggih, penjelajahan ke ruang angkasa yang sepertinya mustahil dan masih banyak lagi. Tetapi sehebat-hebatnya manusia menciptakan berbagai penemuan mutakhir, mereka tetap saja tak bisa memecahkan misteri hari esok. Kalau sudah berbicara tentang hari esok, maka pengetahuan yang tinggi itu tiba-tiba merosot sampai ke titik nol.

Kita boleh jadi orang yang sangat jenius dan brilian dalam segala hal, namun tetap saja kita tak tahu apa yang akan terjadi di hari esok. Hari esok adalah misteri ilahi dan tak ada seorang manusia yang bisa memahami dan memprediksikannya dengan pasti. Itu sebabnya Salomo menulis dengan bijaknya, “Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu.” Beberapa ribu tahun kemudian Yakobus mempertegasnya, “Jadi sekarang, hai kamu yang berkata ,’Hari ini atau besok kamu berangkat ke kota anu... sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok.”

Karena kita tidak tahu apa yang terjadi di hari esok, sungguh bijaksana kalau kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan yang empunya hari esok. Kita tak bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada hari esok, tapi kita bisa mempersiapkannya. Sehingga ketika waktu kita di bumi ini berakhir secara tiba-tiba kita sudah siap untuk segera berpindah ke surga yang kekal. Renungan hari ini tak bermaksud menakut-nakuti kita, melainkan membuat kita semuanya selalu siap sedia. Ketika Tuhan datang menghampiri kita, Dia pun akan berkata, “Sungguh aku mendapati iman di bumi ini.”

Rencana apa yang Anda miliki pada esok hari? Lalu cobalah tuliskan apa yang benar-benar terjadi pada keesokan harinya?

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn